Semua artikel

Billing Berbasis Request: Bayar Hanya untuk yang Kamu Gunakan

Penjelasan lengkap tentang model billing berbasis request di getlaunch.dev dengan contoh perhitungan biaya.


Cara Kerja Billing di getlaunch.dev

Berbeda dengan hosting tradisional yang mengenakan biaya tetap per bulan (terlepas dari apakah server kamu sibuk atau idle), getlaunch.dev menggunakan model billing berbasis penggunaan.

Prinsip utamanya sederhana:

Kamu hanya membayar CPU saat aplikasi kamu sedang memproses request.

Saat tidak ada traffic, container kamu bisa scale down hingga nol — dan biayanya juga nol.


Komponen Biaya

1. Biaya Subscription (Tetap)

Setiap plan memiliki biaya subscription bulanan yang mencakup kuota dasar:

PlanBiaya/BulanTermasuk
StarterRp 100.000Kuota dasar CPU, memory, bandwidth
ProRp 500.000Kuota lebih besar + fitur tambahan
EnterpriseCustomDisesuaikan kebutuhan

2. Biaya Overage (Variabel)

Jika penggunaan melebihi kuota plan, biaya overage dihitung berdasarkan:

  • CPU time: Waktu CPU yang digunakan saat memproses request
  • Memory: Penggunaan RAM
  • Data transfer: Bandwidth keluar (egress)

Biaya overage dihitung pro-rata dan ditampilkan per project di invoice.


Contoh Perhitungan

Skenario 1: Blog Pribadi (Traffic Rendah)

  • ~100 visitor per hari
  • Rata-rata 5 request per visitor
  • Total: ~15.000 request per bulan
  • CPU time per request: ~50ms

Estimasi biaya: Rp 100.000/bulan (hanya subscription, tidak ada overage)

Skenario 2: API untuk Startup (Traffic Sedang)

  • ~5.000 request per hari
  • Total: ~150.000 request per bulan
  • CPU time per request: ~100ms

Estimasi biaya: Rp 100.000 - 200.000/bulan (subscription + sedikit overage)

Skenario 3: E-commerce (Traffic Tinggi, Bursty)

  • ~50.000 request per hari, spike saat promo
  • Total: ~1.500.000 request per bulan
  • CPU time bervariasi

Estimasi biaya: Rp 500.000+/bulan (Pro plan + overage sesuai penggunaan)


Keuntungan Model Ini

1. Tidak Ada Biaya Idle

Hosting tradisional: Kamu bayar server 24/7, padahal traffic mungkin hanya sibuk 8 jam sehari. Artinya, 2/3 biaya terbuang untuk server yang idle.

getlaunch.dev: Saat tidak ada request, biaya CPU = Rp 0.

2. Scaling Otomatis Tanpa Overpaying

Tidak perlu menebak ukuran server yang dibutuhkan. Platform otomatis menambah capacity saat traffic naik dan mengurangi saat traffic turun.

3. Transparansi Penuh

Setiap invoice menampilkan breakdown per project:

  • Jumlah request
  • CPU time yang digunakan
  • Memory usage
  • Data transfer
  • Biaya overage (jika ada)

Kamu bisa melihat tepat ke mana uang kamu digunakan.

4. Cocok untuk Bursty Workloads

Aplikasi dengan traffic yang tidak merata (misalnya e-commerce saat flash sale) sangat diuntungkan. Kamu tidak perlu provisioning server besar untuk menangani peak yang jarang terjadi.


Cara Memantau Penggunaan

Dashboard Usage

Di dashboard getlaunch.dev, buka halaman Usage untuk melihat:

  • Grafik penggunaan harian
  • Total request per project
  • CPU dan memory usage
  • Estimasi biaya saat ini

Invoice Detail

Di halaman Billing, kamu bisa melihat invoice setiap bulan dengan:

  • Biaya subscription
  • Breakdown overage per project
  • Status pembayaran

Tips Menghemat Biaya

  1. Optimasi response time — Semakin cepat request diproses, semakin sedikit CPU time yang digunakan
  2. Gunakan caching — Cache response yang jarang berubah untuk mengurangi jumlah request ke server
  3. Optimalkan query database — Query yang lambat = CPU time yang lebih lama
  4. Kompres response — Aktifkan gzip/brotli untuk mengurangi data transfer
  5. Gunakan CDN untuk static assets — Serve gambar dan file statis dari CDN, bukan dari container

Baca Juga